Selamat Datang di Web Log Kotaku Korkot 3 Kota Bima, Kami harapkan Kritik dan Saran yang Membangun untuk Kemajuan Bersama

Saturday, June 13, 2020

Media Sosialisasi melalui dana PKM Program KOTAKU tahun 2020

Untuk meningkatkan proses pemahaman di masyarakat tentang Program KOTAKU dan membangun kepedulian masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan penataan permukiman di kelurahan melalui program KOTAKU maka perlu dilakukan Sosialisasi Program di tingkatan masyarakat.

Berangkat dari hal tersebut, BKM Oi Besi Kelurahan Lelamase  membentuk panitia Pengembangan  Media Sosialisasi, dimana harapannya tim panitia ini memiliki komitmen dan motivasi untuk melakukan sosialisasi program serta tentunya memiliki keterampilan dalam mengembangkan media sosialisasi.

Melalui dana Peningkatan Kapasitas Masyarakat Program KOTAKU Tahun 2020, Tim Panitia Pengembangan Media Sosialisasi yang dibimbing oleh fasilitator telah membuat beberapa media Sosialisasi berupa pesan, himbauan dan seputar informasi mengenai Program KOTAKU.

Berikut beberapa media sosialisasi dalam bentuk spanduk, Xbanner  serta buletin yang telah dibuat :   

Spanduk

➥ Tema : Himbauan  memelihara hasil kegiatan  

➥ Tema : Himbauan Partisipisasi dalam membangun Kelurahan Lelamase


Xbanner

➥ Tema : Transparansi dan akuntabilitas program   

➥ Tema : Penyampaian Pengaduan ataua Aspirasi   


 Buletin Edisi I (Juni 2020)

➥ Tema : Sekilas Informasi Program KOTAKU




Adapun khalayak sasaran nya adalah :
Aparat kelurahan, RT & RW, Masyarakat umum, Masyarakat lokasi kumuh, Kelompok perempuan (PKK,dll), Kelompok muda/ remaja (Karang Taruna, dll)



Mari bersama-sama kita sosialisasikan penanganan kumuh melalui Program KOTAKU dengan membangun platform kolaborasi melalui peningkatan peran pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan 

apabila ingin mempelajari cara membuat spanduk, dapat mengungjungi situs berikut www.createyuk.blogspot.com



Dokumen Pra Desain BPM 2020 Kelurahan Lelamase



Konsep Desain Penataan Lingkungan Permukiman adalah rencana penataan permukiman kumuh pada lokasi prioritas yang telah mengintegrasikan kegiatan pembangunan infrastruktur skala lingkungan dengan perencanaan/infrastruktur skala kawasan yang disertai dengan rencana kegiatan yang mendukung perubahan wajah permukiman.

Kegiatan yang mendukung perubahan wajah permukiman adalah antara lain: 
➡ Penyediaan lahan untuk pembangunan ruang terbuka publik 
 Pemanfaatan lahan-lahan sempit yang tersedia untuk pergola, taman kecil, dan penghijauan lainnya
➡ Menggerakkan setiap rumah untuk menyediakan Pot dan tanaman
➡ Menggerakkan perapihan dan/atau pengecatan rumah di sekitar infrastruktur terbangun
➡ Memanfaatkan dinding-dinding untuk untuk vertical garden, mural tematik, dll
➡ Membuat ciri khas/penanda kampung yang berorientasi pada potensi budaya lokal.
➡ Menggerakkan komitmen warga untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Konsep Desain Penataan Lingkungan Permukiman ini akan menghasilkan

➡ Site Plan Desain Penataan Lingkungan Permukiman

➡ Gambar Before-After  

 
➡ Daftar kegiatan yang akan dilaksanakan baik yang bersumber dana dari BPM, Swadaya Masyarakat, APBD dan Dana Kelurahan/Dana Desa, CSR;
➡ Daftar Objek/Warga Terdampak
dengan mengacu dengan ketentuan di atas Kelurahan Lelamase sebagai satu - satunya kelurahan yang menerima dan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat ( BPM ) di tahun 2020 melalui TIPP dengan persetujuan BKM, Lurah dan masyarakat serta bimbingan fasilitator telah menyusun dokumen Pra Desain.

berikut hasil dari penyusunan Dokumen Pra Desain Kelurahan Lelamase kami sajikan dalam bentuk PDF :




Friday, June 12, 2020

Pelaksanaan Pendataan Permukiman Kumuh partisipatif tahun 2020 di tingkat Kelurahan



Di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Bima bersama tim fasilitator Program KOTAKU Kota Bima tetap melaksanakan pendataan permukiman kumuh partisipatif tahun 2020, tentunya dengan tetap memperhatikan dan mentaati protap pencegahan penyebaran covid-19 yang diberlakukan Kota Bima saat ini.

Sejalan dengan terbitnya RPJMN 2020-2024, pendataan permukiman kumuh diharapkan dapat menyediakan pula data untuk keperluan mengukur kontribusi Program Peningkatan Kualitas Permukiman terhadap capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Setelah proses pelaksanaan identifikasi awal permukiman kumuh yang dilaksanakan oleh Pokja PKP Kota Bima bersama dengan Tim Program KOTAKU Kota Bima maka Pelaksanaan Pendataan Permukiman Kumuh partisipatif tahun 2020 mulai dilaksanakan di tingkat Kelurahan.

Pada saat ini proses pendataan telah masuk pada tingkatan RT terduga kumuh di masing-masing Kelurahan di Kota Bima, proses pendataan ini tidak dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan dikarenakan oleh pembatasan sosial untuk pencegahan penyebaran covid-19 berupa larangan mengumpulkan massa, sehingga prosesnya dilakukan satu persatu per RT terduga kumuh.


Meski demikian tim Pendataan tetap semangat menjalankan tugas di lokasi dampingan masing-masing, tidak ada kata "menyerah" dalam memperoleh data valid karena  mengingat pentingnya hasil pendataaan ini yaitu akan menjadi basis penetapan SK Kumuh Walikota Tahun 2020 dan menjadi target pengurangan kumuh pada penerbitan RPJMN 2020-2024.


Pendataan di tingkat RT bertujuan untuk mendapatkan data informasi awal tentang kualitas permukiman tingkat lingkungan dan akses Rumah Tangga terhadap infrastruktur dasar permukiman, yaitu  Daftar Rumah Tangga yang memiliki “Lack of Access” Terhadap 7 aspek dan 16 Kriteria Kumuh serta memperoleh gambaran awal kondisi kualitas permukiman seusai 7 aspek dan 16 kriteria di tingkat lingkungan.

Tetap semangat !!! 

Perjuangan yang kita lakukan hari ini merupakan cara untuk membangun kualitas yang lebih baik di hari esok  





  

Thursday, June 11, 2020

Identifikasi Awal Permukiman Kumuh Kota Bima tahun 2020

Dalam upaya untuk memperoleh dan menyusun data serta profil  permukiman kumuh tahun 2020 Kota Bima, sesuai dengan Permen PUPR Nomor 14 tahun 2018 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh yang akan menjadi basis penetapan SK Kumuh Walikota maka Pemerintah Kota Bima bersama dengan Program KOTAKU Kota Bima melaksanakan Pendataan Permukiman Kumuh Partisipatif tahun 2020.

Data dan profil permukiman kumuh akan digunakan sebagai basis data oleh Pemerintah Kota Bima dan masyarakat untuk menetapkan target dan merencanakan program, proyek dan atau kegiatan pencegahan dan peningkatan kualitas perumahan kumuh dan permukiman kumuh (penanganan kumuh) yang pencapaian targetnya dievaluasi secara periodik.  

Untuk menetapkan lokasi Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh, Pemerintah Kota Bima bersama dengan program KOTAKU melakukan proses pendataan dengan melibatkan peran masyarakat, yaitu identifikasi lokasi dan penilaian lokasi mencakup kondisi kekumuhan, legalitas tanah, dan pertimbangan lain. Sejalan dengan terbitnya RPJMN 2020-2024, pendataan permukiman kumuh diharapkan dapat menyediakan pula data untuk keperluan mengukur kontribusi Program Peningkatan Kualitas Permukiman terhadap capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjugan (SDGs)

Tahapan penyelenggaraan pendataan diawali dengan penyiapan data-data sekunder dan selanjutnya melakukan identifikasi awal Permukiman Kumuh.
Identifikasi awal permukiman kumuh diselenggarakan oleh Pokja PKP Kota Bima bersama dengan Program KOTAKU dan dihadiri oleh Dinas/Instansi, Camat serta Lurah se Kota Bima, acara ini dilaksanakan di Kantor Bappeda Kota Bima dan dibuka oleh Kepala Bappeda Kota Bima selaku Ketua POKJA PKP.


Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah Memperoleh delineasi terduga permukiman kumuh kota dan Mendapatkan luasan permukiman kumuh awal untuk proses survey lapangan. 
Untuk media bantu yang digunakan adalah Peta Kota Bima, Data Sekunder Kota dan POS Pendataan Permukiman Kumuh.


Hasil/keluaran dari kegiatan ini adalah  Daftar Lokasi Terduga Kumuh berdasarkan identifikasi awal, Peta delineasi terduga permukiman kumuh  serta Tim Pendataan Lapangan.

Tuesday, January 14, 2020

Serah Terima Aset Kegiatan BPM Program KOTAKU tahun 2019 Kota Bima

Acara serah terima hasil dari pelaksanaan kegiatan infrastruktur melalui dana BPM (Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat) program kota tanpa kumuh (KOTAKU) tahun 2019 di Kota Bima telah usai di serahkan oleh BKM kepada PPK dan selanjutnya dari PPK kepada pemerintah kelurahan pada hari Senin 13 Januari 2020. Acara tersebut dilangsungkan di RT. 01 RW. 01 Kelurahan Nitu Kecamatan Raba Kota Bima provinsi Nusa Tenggara Barat.

Acara ini dihadiri oleh Bapak Wakil Walikota Bima, Sekda, Kepala Perangkat Daerah terkait, Kapolres, Camat, Lurah, Saker PIP, Konsultan Pelaksana Program KOTAKU, BKM, KSM dan Masyarakat 

Pada saat kedatangan Bapak Wakil Walikota Bima dan para tamu undangan disambut oleh tarian penyambutan oleh remaja Nitu. 
Tarian ini merupakan bentuk penghormatan masyarakat kelurahan Nitu atas kepercayaan yang diberikan pemerintah sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan serah terima ini.

Acara diawali dengan sambutan Ketua Pokja PKP yang sekaligus juga merupakan Kepala Bappeda Litbang Kota Bima, dalam sambutannya beliau menyampaikan perihal capaian pengurangan kumuh dimana sisa luas kumuh yang masih menjadi PR pemerintah Kota Bima adalah sebesar 83,82 Ha. Selanjutnya di tahun 2019 beberapa spot lokasi kumuh telah dapat ditangani melalui dana BPM program KOTAKU di 6 Kelurahan yaitu Kelurahan Panggi, Rontu, Nitu, Nungga, Lelamase dan Oi Fo'o dengan total anggaran sebesar 8 Milyar Rupiah sehingga luas kumuh di Kota Bima saat ini tinggal menyisakan sekitar 42 Ha. Beliau pun menyampaikan perihal persiapan pelaksanaan kegiatan Program KOTAKU skala kawasan di Kota Baru dengan konsep "Raturaga Mantika".

Setelah sambutan Ketua Pokja PKP Kota Bima acara dilanjutkan dengan acara inti yaitu serah terima kegiatan BPM Program Kotaku tahun 2019 dari BKM kepada Satker PIP Kota Bima kemudian secara simbolis Bapak Wakil Walikota Bima menyerahkan Berita Acara Serah Terima tersebut kepada Lurah 6 Kelurahan Lokasi BPM tahun 2019.

Selanjutnya sambutan oleh Bapak Wakil Walikota Bima, beliau mengawali dengan memberikan apresiasi kepada Pokja PKP, Camat, Lurah dan Seluruh pelaksana program KOTAKU yang telah bekerja maksimal dalam menyukseskan program ini. Beliau menyampaikan bahwa Kota Bima terus mendapat perhatian dari berbagai pihak dalam upaya penataan daerah, salah satunya melalui program KOTAKU. Kita harus memandang bantuan ini sebagai bentuk kepercayaan dimana kepercayaan ini harus dijawab dengan pelaksanaan yang baik dan akuntabel. harapan akhir beliau seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang terkait selalu bersinergi dan berkolaborasi sehingga penanganan kumuh dapat lebih terarah, tepat dan cepat terselesaikan. Mari kita bangun Kota ini dengan cinta dan kebersamaan, saling percaya, dan saling support.

Setelah memberikan sambutannya Bapak Wakil Walikota Bima berkeliling di lokasi kegiatan BPM Kelurahan Nitu


Gallery Foto :

















Monday, January 6, 2020

Best Practice Kegiatan Infrastruktur BPM 2019

Mewujudkan MIMPI MASYARAKAT Lingkungan KABANTA melalui KOLABORASI

Kelurahan Nungga adalah salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima.


berada pada dataran tinggi yang terdiri dari 3 lingkungan, salah satu lingkungannya berada di atas gunung yaitu Lingkungan Kabanta.


Jumlah penduduk Kelurahan Nungga adalah sebanyak 1.850 jiwa yang terdiri dari 947 penduduk laki-laki, 903 penduduk perempuan, dan 105 Kepala keluarga

Sejak Tahun 200Program P2KP telah berjalan di Kelurahan Nungga, sejak itu berbagai kegiatan telah dilaksanakan baik kegiatan lingkungan, Sosial, maupun kegiatan ekonomi. Sebagai kelanjutan dari program P2KP melalui Program KOTAKU pada tahun 2019, Kelurahan Nungga mendapat kucuran dana Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) sebanyak Rp. 2.000.000.000, yang mana dana tersebut Rp. 10.000.000 untuk Biaya Operasional (BOP) BKM dan sebanyak Rp. 1.990.000.000 untuk membangun infrastruktur di Kelurahan Nungga.


Dengan dana tersebut berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan sebagaimana termuat dalam Dokumen Rencana Penataan Lingkungan Permukiman atau Dokumen RPLP Kelurahan Nungga. Salah satu kegiatannya adalah “Perpipaan” sebagai jaringan penyediaan air minum bagi masyarakat. Kegiatan perpipaan ini berlokasi pada RT 10, 11, dan 12 Lingkungan Kabanta, yaitu lingkungan di Kelurahan Nungga yang terletak di atas gunung,

selama ini Lingkungan Kabanta sangat kesulitan mendapatkan akses air minum. walaupun sudah ada jaringan perpipaan untuk mengalirkan air dari mata air yang berjarak sekitar 4 km dari permukiman, namun karena sudah lama dan dikerjakan dengan cara yang sangat sederhana sehingga pipa-pipanya banyak yang bocor dan air yang sampai ke permukiman warga sangat sedikit dan tidak mampu memenuhi kebutuhan warga.


Dengan memperhatikan kondisi tersebut maka warga , tokoh masyarakat, ketua-ketua RT dan RW bersama Lurah dan BKM sepakat memprioritaskan kegiatan Perpipaan untuk mengalirkan air dari sumber mata air yang berjarak sekitar 4 km dari permukiman warga. Bersamaan dengan itu Tim Fasilitator, BKM, dan Lurah mendapat informasi bahwa Program SPAM dari Dinas PU Cipta Karya yang menangani air bersih masuk di Lingkungan Kabanta, sehingga bisa  memungkinkan untuk melakukan KOLABORASI PENDANAAN kegiatan antara kedua program dalam rangka menyediakan air bersih bagi masyarakat Lingkungan Kabanta Kelurahan Nungga Kota Bima.

Proses Penyusunan Rencana Anggaran

Setelah disusun Rencana Anggaran Biaya pelaksanaan kegiatan perpipaan di Lingkungan Kabanta Kelurahan Nungga, maka total kebutuhan dana yang dibutuhkan sebesar Rp.485.135.000,- dari total biaya tersebut dapat dipenuhi dengan kolaborasi pendanaan yaitu yang bersumber dari dana BPM Program KOTAKU sebesar Rp. 104.674.000,-  dari SPAM Padat Karya sebesar Rp.350.000.000, serta  swadaya masyarakat sebesar Rp.30.461.000,-

Pelaksanaan Kegiatan


Kegiatan perpipaan di Lingkungan Kabanta dilaksanakan secara Kolaborasi antara Program KOTAKU dengan SPAM Padat Karya. 

Program KOTAKU dengan anggaran sebesar Rp.104.674.000 menyediakan atau mengerjakan pemasangan pipa air minum sepanjang 1.300 m ditambah dengan pembuatan bak penampung, sedangkan dari SPAM dengan anggaran sebesar Rp. 350.000.000 menyediakan atau mengerjakan pemasangan perpipaan sepanjang 3.700 m ditambah dengan pemasangan jaringan perpipaan dari bak penampung sampai masuk ke rumah warga sekalian dengan pemasangan kran air masing rumah sebanyak 60 unit rumah



Bulan September 2019 Pembangunan  atau pemasangan jaringan perpipaan untuk air minum mulai dilaksanakan dengan diawali rembug warga setempat untuk menyepakati teknis pelaksanaan maupun kebutuhan lainnya. Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan oleh KSM Ruku Sama. Dalam pengerjaan kegiatan, maka disepakati untuk tenaga kerja dengan melibatkan seluruh warga masyarakat tidak terkecuali para ibu-ibu juga terlibat aktif, bahkan sebelum pekerjaan utama dimulai mereka mengurusi  terutama konsumsi dan administrasi keuangan. Dengan konsep pengerjaan seperti itu maka melahirkan tingkat swadaya masyarakat yang tinggi.


HASIL YANG DICAPAI

Pada bulan Desember 2019 pekerjaan perpipaan dapat selesai dilaksanakan dengan baik. Dengan adanya jaringan perpipaan  tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Kelurahan Nungga khususnya masyarakat yang tinggal di RT 10, 11, dan 12. 
Ada beberapa manfaat yang dirasakan oleh masyarakat dengan terpasangnya jaringan perpipaan dan bak penampung tersebut, yaitu :
1.   Masyarakat sudah dengan mudah mendapatkan atau memenuhi kebutuhan air minumnya.
2.   Air yang mengalir sampai ke rumah warga bukan hanya dimanfaatkan untuk minum atau memasak saja, tapi juga dimanfaatkan untuk yang lainnya seperti mandi, cuci, dan sebagainya sehingga masyarakat dapat memenuhi seluruh kebutuhan air bersih atau air minumnya
3.  Dalam tubuh manusia, memerlukan asupan cairan yang cukup karena komposisi utama dalam tubuh manusia adalah air. Dengan adanya air yang melimpah maka masyarakat dapat memenuhi kebutuhan air sebagai komposisi utama dalam tubuh manusia.
4. Selanjutnya manfaat lain yang dirasakan warga masyarakat adalah dari segi ekonomi :
Ø  Selama ini karena kurangnya air yang sampai ke permukiman warga, maka untuk memenuhi kebutuhan air minumnya warga datang langsung ke tempat mata air yang jaraknya sekitar 4 km, dan itu memerlukan biaya dan tenaga.
Ø  Karena kran air sudah masuk ke rumah masing-masing warga sehingga waktu yang selama ini dipergunakan untuk mengambil air dapt dimanfaatkan untuk kegiatan lain yang dapat bermilai ekonomi.         


Selain dari segi fisik bangunan serta manfaat,  kegiatan  dari pembangunan ini juga diharapkan bisa menghasilkan  rasa kebersamaan dan gotong royong  yang tinggi dari seluruh warga Kelurahan Nungga khususnya Lingkungan Kabanta. Dan Alhamdullilah Pembangunan ini sukses seperti yang diharapkan masyarakat, semua ini berhasil karena keteguhan, kegotongroyongan dan kebersamaan yang sangat tinggi dari seluruh elemen masyarakat Kelurahan Nungga khususnya masyarakat yang berada di lokasi pembangunan. Kegiatan ini mustahil berhasil bila rasa tersebut tidak muncul di masyarakat.

      

KEBERLANJUTAN


Dengan terpasangnya jaringan pepipaan air bersih ini, masyarakat yang tadinya sangat kekurangan air, namun sekarang mereka bisa dengan mudah dan nyaman mendapatkan akses air minum. Kegiatan ini berhasil diselesaikan atas kerja sama, gotong royong, dan tingkat partisipasi masyarakat yang sangat tinggi, sehingga jaringan perpipaan tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah keberlanjutan dari pada jaringan perpipaan yang baru dibuat ini. Dalam rangka keberlanjutan dari jaringan perpipaan tersebut, maka dibentuk suatu wadah yang namanya KPP (Kelompok Pemanfaatan dan Pemeliharaan) Sarana dan Prasarana. Pengurus ini bersama dengan warga masyarakat, ketua RT, RW serta Tokoh masyarakat secara rutin melakukan pemeliharaan dan perawatan dengan memanfaatkan kegiatan – kegiatan yang selama ini menjadi tradisi yang ada di masyarakat.
Untuk keberlanjutan dari jaringan perpipaan tersebut harus dibuatkan Aturan Bersama, yang mana Aturan Bersama tersebut harus disepakati dan ditaati oleh seluruh elemen masyarakat. KPP  sebagai sebuah wadah yang mengawal keberlanjutan dari kegiatan ini harus secara terus menerus memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pemeliharaan dan pemanfaatan dari jaringan perpipaan tersebut. KPP dalam menjalankan tugasnya harus didukung penuh oleh BKM, Aparat Kelurahan tokoh masyarakat, dan semua pihak yang berkompoten.

Penulis :   Sufyan, S. Ag
SF Tim 22 Program KOTAKU Kota Bima